Satu orang 'alim yang dapat diambil manfa'at ilmunya, itu lebih baik daripada seribu orang yang ahli beribadah (HR. Addailami dari 'Ali bin abi Tholib)

Abu dzar ra. menceritakan. Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “ Hai Abu Dzar, jika engkau pergi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Alloh adalah lebih baik bagimu dari pada kamu shalat 100 rakaat. Jika engkau pergi lalu mempelajari suatu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibanding kamu shalat 1000 rakaat”. [HR. Ibnu Majah]

Keutamaan ahli ilmu terhadap ahli ibadah seperti keutamaanku terhadap yang terendah di antara kamu." Lalu beliau berkata: "Allah dan para malaikat dan penduduk langit dan bumi, hingga semut dalam lubangnya dan ikan mengirimkan sholawat pada orang-orang yang ngajari manusia kebaikan (HR. At Tarmidzi)

Orang yang 'alim, ilmu, amal, itu berada di dalam surga, apabila ada orang alim yang tidak mengamalkan apa yang dia ketehui, maka yang masuk ke dalam surga hanya ilmunya, sementara dia dilemparkan ke dalam api neraka (HR. Addailami)

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Abu Bakar RA : Apabila satu kaum berbuat kemaksiatan, lalu di tengah mereka ada segolongan orang yang mulia (alim), tetapi tidak mengubah atau mencegah orang-orang yang berbuat maksiat tersebut, maka ALLAH akan menurunkan bencana atas mereka, lalu bencana itu tidak ada yang bisa menghentikan atau menolaknya dari mereka.

Senin, 14 Juni 2010

Doa Masuk bln Rojab

اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَان وَبَلِّغْنَا رَمَضَان


Yaa Alloh berkahilah kami di bulan Rojab dan Sya'ban serta hantarkan kami di bulan Romadhon.

Mohon dimaafkan atas segala kesalahan, semoga Alloh menambah ketaqwaan kita kepadaNya dan semoga Alloh menghantarkan umur kita pada bulan yang penuh rahmat........ amiin



Dalam sebuah hadist di sebutkan, ada lima malam yg tidak di tolak do'a seseorang...

1. Malam pertama bulan Rojab.

2. Malam nisfu sya'ban.

3. Malam jum'at.

4. Malam idul fitri.

5. Malam idul adha.

Jumat, 28 Mei 2010

Yaa laitani kuntu turoba

Berfikir ketika dunia ini dg segala isinya akan lenyap begitu saja dengan hanya adanya kiamat, Kemanakah kita? Ke padang makhsyar, dihisab, melewati jembatan syirotul mustaqim. Yang ahli surga masuk surga dan yang ahli neraka masuk neraka?!! Apakah sesederhana itu? Terus mereka kekal selamanya tidak lagi memikirkan tentang dunia yg dulu pernah mereka huni.

Pernahkah kita merenungi proses dari semua itu??
Jika direnungi Umur manusia rata2 60 th, belum dipotong dengan waktu tidur, jikalah semua berumur 1000th tidak akan bisa menandingi 1 hari di akherat. Sesingkat itukah?! Mungkin jika diibaratkan seperti lepasnya panah dari busurnya singkat sekali. Dan itu semua akan kita tebus dengan kekalnya hidup di akherat, mempertanggungjawabkan kilatnya waktu panah yg kita lepas...
Sungguh waktu yang sangat-sangat singkat dengan timbal balik dari konsekuensi yang akan kita dapat di akherat, beruntunglah bagi yang bisa memanfaatkan dan merugilah orang yg berleha-leha lupa akan akherat. Kita perlu terus menerus mengingat akherat karena itulah tujuan hidup kita di dunia. Adakah orang keluar dengan tujuan mau ke Jakarta terus di tengah jalan lupa akan tujuannya?? Namun kebanyakan dari kita lupa akan tujuan kita di dunia.

Ibnu Jauzi mengatakan "cobalah kalian pergi ke pasar kemudian duduklah di tengah kuburan" begitulah pasar dengan segala keramaian, orang seakan lupa disibukkan dengan dunia namun bagaimanapun kuburan akhir dari segalanya..

Yaa Alloh.... pernahkah kita bayangkan, tabrakan, ditabrak dari depan, sebelah kanan, jatuh kepala kebentur aspal dan tak ingat lagi bangun-bangun kepala pusing luka di mana-mana jalan sempoyongan, semua bilang "alhamdulillah masih selamat". Tak lama setelah pulang kita akan sadar dan bersyukur, bangun masih hidup. Bisa dibayangkan jika bangun dan melihat jasad sendiri ditangisi, tak tahu apa yang terjadi tak lama dimandikan, dikafani terus dikubur dalam ruangan dalam tanah yang gelap dan sempit. Apakah yang akan kita lakukan?? taubat pun sudah ditutup.

Cukupkah amal kita tuk menghadapNYA..?? dan menanggung konsekuensi apa yang telah kita lakukan selama hidup dengan kekalnya kehidupan akherat, bagaimana rupa kita ketika dibangkitkan dari kubur, bagaimana dipadang makhsyar? Akankah kita dapat syafa'at? Timbangan amal, kita terima kanan ato kiri? Di syirot nanti luluskah atau kita jatuh?

Masukkah kita ke surga atau mungkin ke neraka??..
oooohh "yaa laitani kuntu turoba"
(Duh, alangkah beruntungnya seandainya dulu aku diciptakan Allah menjadi hanya seberkas debu saja. Pasti beratnya penderitaan ini tidak bakalan menimpaku)



اللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Yaa Alloh, aku memohon kepadaMu surga dan aku berlindung kepadaMu dari siksa api neraka


by Ust. Usamah, Mekkah Al mukarromah

Kamis, 27 Mei 2010

Rinduku padamu........

Hamsaa, hajar, hijir, ibrohim, maimunah, merekalah keluarga yg sangat aku rindu..
sudah 3 bulan aku tdk menemuinya. Kini rinduku telah memuncak, mereka sudah ada di depanku. Kenangan manis menyerang ingatanku.

Kulihat hamsaa seperti biasa berbaju hitam dengan bordiran benang mas, terlihat lebih wibawa. Dia tersenyum melihatku, kuberlari mendekatinya bertemu diantara pintu dan hajar. Ku gapai bajunya dan kupeluk, aku merengek menangis, kuadukan kerinduanku padanya. Dia tersenyum, tangannya yang lembut membelai hatiku, membuatku semakin menangis, tak kuasa menahan airmata.....oh hamsaa.....setelahnya kuhampiri hajar kucium mesra, dia pun senang. Dia menggapai kepalaku dan mencium keningku.



Kemudian ku berlari mendekati hijir. Kehangatannya memelukku dari belakang, ibrohim jg begitu. Maimunah pun tambah cantik, dia menyodorkan air dan aku pun minum dari tangannya yg lembut ...oh betapa kumencintainya....sungguh keluarga yang luar biasa..

lagi-lagi kumenangis tak kuasa berpisah dari mereka, aku tak sanggup jika harus menunggu lebih lama lagi tuk menemuinya...


Ya Alloh..... Allohumma yassirlanaa


by. Ust. Usamah, Mekkah Al Mukarromah

Rabu, 26 Mei 2010

Soidul khootir 'Amal

Jika terbesit oleh kalian melakukan hal kebaikan maka lakukanlah segera karena itu bisikan malaikat, sebelum datang bisikan syaitan. Dalam diri manusia diutus malaikat dan syaitan, keduanya akan saling bertentangan jika dia dalam kebaikan maka malaikatlah yg ada pada dirinya dan begitu jg sebaliknya. Jika kita dalam kebaikan dianjurkan doa "tsabbit qolbi ala dinik wa toatik"

Karena Syaitan bisa membolak balikkan hati seseorang 40x dalam sehari. Kesegeraan itu sangat mahal hitungannya dalam amal ibadah, kita tahu ganjaran yg dberikan jika shalat di awal waktu datang ke masjid, jumatan, majlis ilmi dan seterusnya.

Benar kejahatan itu bukan sekedar ada niat dari pelakunya tapi karena adanya kesempatan. Begitu juga kebaikan, tapi jikalah kesempatan ada tapi tidak dibarengi niat maka tidak akan terlaksana, kita niat akan berbuat baik tanpa melaksanakan sudah diberi pahala kebaikan yang sempurna. "niat lebih baek dari amal" karena niat adalah amal yg timbul dari hati sedang perbuatan timbul dari amal jawarih yang belum tentu dibarengi dengan niat, nah kaitannya adalah dengan hadits bahwa semua amal tergantung niat, jika diniati baek maka baek dan juga sebaliknya.

Pertanyaan yang akan timbul, apakah perbuatan jelek yang diniati baek akan jadi baek dan perbuatan baek yang diniati jelek akan jelek..???
Jika kembali kepada makna hadits, maka yang terjadi adalah seperti di atas baek dan jeleknya tergantung niat, meskipun amal dan niat berbeda, setidaknya jelek dalam pandangan kita, bukan berarti melakukan kejahatan untuk kebaekan, qoidahnya adalah tidak mungkin bersesuci dengan air najis.

Terkadang kita bingung dan bertanya apakah amal yg kita lakukan baek ato jelek..?? Dulu shohabat juga bertanya serupa pada Rosululloh, sabda Rosululloh "tanyalah pada hatimu perbuatan baek itu akan menenangkan hatimu dan perbuatan jelek itu akan membuat hatimu gundah"

Namun begitu, kita tidak bisa menghukumi perbuatan seseorang itu baek apa tidak jika kembali pada pembahasan tentang niat di atas. Jika tidak benar-benar yakin bahwa perbuatan itu sesuai dengan niat hatinya. Ingat, kadang maksiat itu lebih baek dari pada toat dan ukurannya kembali pada niat

Hati tidak seorang pun tahu kecuali dia dan Alloh. Muamalah hati adalah suatu yang sangat fital dalam diri manusia karena hati mewakili semua anggota badan jika hati baek maka semua anggota badan baek, begitu juga jika jelek maka semua anggota badan jg jelek.

Muamalah dibagi 2, mahdoh dan ghoiru mahdoh. Muamalah dengan sang Pencipta dan sesama makhluk keduanya sangat berkaitan namun ada batasan yg tidak bisa dsatukan misalnya jika kita salah dalam bermuamalah dengan makhluk maka pertanggungjawabannya pada sesama makhluk itu sendiri, tidak bisa melalui sang pencipta.

Namun dalam bermuamalah dengan Alloh kadang kita butuh pada makhluk untuk bisa sampai padaNYA yang disebut dengan istilah tawassul, meskipun ada sebagian yg menolak tawassul bahkan mengharamkan, dan bagi yang melakukan dikatakan syirik, tapi pertanyaannya bukankah kita dalam beribadah masih membutuhkan perantara (tawassul) badan yang juga makhluk karena hakekat dalam beribadah dan muamalah dg Alloh adalah hati atau ruuh. dengan urutan: yg menggerakkan badan adalah hati, yg menggerakkan hati adalah ruuh. Apalah artinya jasat/anggota badan jika sudah ditinggal pergi oleh ruuh, setidaknya jika sudah meninggalkan jasat ruuh akan bebas tidak terikat dg jasat dan hubungan dg Alloh akan lebih dekat meskipun tidak bisa lagi beramal untuk dirinya sendiri, tapi masih bisa tuk kita jadikan perantara wusul kita pada Alloh dan inilah yang kita yakini ketika kita bertawassul lebih2 tawassul kita melalui makhluk yg paling mulya Nabi Muhammad SAW. kita tidak minta kepada nabi namun minta didoakan disisi Alloh. Jika sang kekasih minta pada kekasihnya akankah itu dtolak ?? Meskipun dia minta atas permintaan orang lain yg dititipkan kepadanya..

by Ust Usamah, Makkah al Mukarromah

Selasa, 25 Mei 2010

Dalam atsar sebagian sahabat berkata, “Sungguh nafsu terkadang menghadap dan berpaling. Maka gunakan kesempatan saat ia sedang menghadap. Dan tinggalkanlah ia saat sedang berpaling. Sungguh Alloh mencela ahli kitab dengan firman-Nya, “…dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah, padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhoan Alloh, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya…” QS. Al Hadid: 27

Seorang muslim yang terbina juga harus menjauh dari pergaulan yang tidak berguna dengan sesama manusia karena hal itu menyibukkan hati dan menyia-nyiakan waktu sehingga melalaikan hal-hal yang semestinya lebih penting. Akan lebih baik jika seorang muslim terbina menjadikan bergaul dengan manusia seperti layaknya kebutuhan makan siang dan makan malam. Artinya bergaul dengan manusia cukup dilakukan sekedar kebutuhan. Hal ini tentu saja akan lebih mengenakkan tubuh dan hati.

Barangsiapa mengerti kadar kecukupan dirinya terkait penghidupan dan penjagaan agamanya maka lebih utama baginya mengambil sekedar kebutuhan akan pergaulan dengan tetap memelihara iltizamat individu dan jamaah serta hak-hak kaum muslimin seperti mengucap dan menjawab salam, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, mengajarkan kepada mereka apa yang mereka butuhkan dan memberikan manfaat kepada mereka sesuatu yang diharapkan bisa menjadikan mereka semakin baik dan lain-lain. Alloh berfirman, “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalanNya.” QS. Al Isro: 84.

Senin, 24 Mei 2010

Tafsir AN NISAA' (WANITA) SURAT KE 4 : 176 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[1] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[2], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.


[1]. Maksud "dari padanya" menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Di samping itu ada pula yang menafsirkan "dari padanya" ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.

[2]. Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Poligami

"Dan jika km khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap(hak_hak)perempuan yatim(bila mana km menikahinya)maka nikahilah perempuan (lain) yg kamu senangi dua,tiga,atau empat.tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil maka (nikahilah)seorang saja,atau hamba sahaya yg kamu miliki.yg demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat dzolim".(An-Nisa’ :3)

Barang kali orang bertanya "apa hubungannya anak perempuan yatim dengan masalah poligami ?".dan untk menjawab ini saya(mufassir)katakan "memang sebelumnya sohabat jg bngung dalam memahami ayat tersebut hingga urwah bin zubair bertanya kepada bibinya yaitu sayyidah aisyah dan dari segi keterkaitannya dg masalah poligami. Sayyidah Aisyah menjawab "wahai keponakan ku,adanya anak yatimah ini dalam asuhan walinya dan walinya ini mengerja samakan hartanya dg harta si yatimah dan (setelah dewasa)walinya ini mengagumi kecantikan dan kekayaan si yatimah,dan menginginkan kawin dengannya didasari kecantikan dan hartanya, akan tetapi dia tidak bersikap adil kepadanya dalam persoalan mahar tidak memberikan mahar sesuai dg apa yg ia berikan kpd wanita lain dg alasan bhwa yatimah ini berada dalam asuhan dia.maka dari itu Allah melarang (kpd wali) untk menikahinya sehingga wali itu membyar maharnya secara adil dan sempurna.dan memerintahkan agar dia mengawini wanita selain mereka(yatimah) sesuai dg ayat (nikahilah perempuan-lain-yg km senangi...)".
Seakan ayat it mengatakan "jika tidak bisa berlaku adil ke yatimah maka tinggalkan mereka dan kawinilah perempuan lain Yg kamu sukai dua,tiga,dan empat, dan jika kamu tidak bisa berlaku adil diantara istri2mu makakamu harus merasa cukup dg satu istri..dan itu lebih menjamin tidak adanya ketidak adilan dan ke dzoliman
Dalam ayat ini tidak boleh tidak, kami akan membahas masalah poligami,dimana menurut sebagian orang barat dianggap sebagai sebuah kekurangan dan suatu kejelekan dalam hukum Islam.
Untk menjawab pernyataan ini kami katakan : bhwa masalah poligami adalah suatu keharusan yg dituntut oleh sebuah realita kehidupan, dan sebuah terapi sebagian keadaan yg mendesak dalam kehidupan sosial, bhkan merupakan sebuah kebanggaan dari sekian kebanggaan yg dimiliki oleh Islam,karena mampu berjalan dengan eksis,dan mampu mengatasi permasalahan dalam kehidupan sosial yg sangat sulit, yg masyarakat dan umat sendiri tidak mempunyai jalan keluar (dalam masalah itu)
Sesungguhnya ijtima' dalam kemasyarakatan seumpama timbangan yg diantara dua sisinya harus seimbang
Maka apa yang akan kita lakukan jika timbangan tersebut diantara dua sisinya tidak seimbang..?
Dan jumlah perempuan berlipat dari jumlah laki-laki..tidakkah keadaan ini suatu celah/kekurangan dalam kehidupan sosial..? Dan untk menutupinya dan untk menyeimbangkan timbangan kita harus menuruti kepada syari'at yg bijaksana ini

by. Ust Usamah

Ibroh

Jika "QOSHWA" se ekor unta putih,mati tidak makan dan minum selama tiga hari sedih di tinggal sang "KEKASIH" bagaimanakah kita..?!

by ust. usamah

Ikhlas

Kita di hadapan Alloh baik di dunia maupun akherat adalah "ABD"(hamba/budak) Nya. apakah ada/pantes seorang budak meminta balasan pada Tuannya dg apa yg dia lakukan..?!?! - imam ali al khowwash -

by. Ust Usamah

kalam tasyawuf

"Ma'siat yg melahirkan rasa penyesalan dan rendah hati lebih baek dari kebaikak yg menjadikan rasa sombong dan tinggi hati"


by. Ust Usamah

PINTU-PINTU SURGA

Kali ini kita akan menyampaikan beberapa macam amalan ibadah yang bisa membawa kita menuju ke pintu surgaNya.
Semoga kita bisa meningkatkan ibadah kita tanpa pilih kasih mana yang berat dan mana yang ringan, mana yg lebih dulu kita lakukan dan mana yang tidak. Karena kita tidak tahu ibadah kita yang mana yang akan diterima oleh Alloh kelak.... subhanalloh.

Dalam sabdanya Nabi menerangkan bahwa pintu surga itu ada 8
Setiap orang yang ahli beramal baik akan memasuki di antara pintu-pintu tersebut, tergantung dari amal apa yang dikerjakan.

Diantaranya adalah Bagi orang yang ahli berpuasa, akan masuk surga lewat pintu khusus yang bernama baburroyan, yang tidak satu orangpun bisa memasukinya selain mereka. Kemudian mereka dipanggil, mana orang2 yang ahli berpuasa, maka mereka langsung masuk ke pintu itu. Setelah mereka masuk semua, seketika pintu itu langsung ditutup.

Kemudian ada juga pintu yang namanya babuddhuha (dhuha). Pintu ini dikhususkan bagi orang-orang yang ahli mengerjakan sholat dhuha.
Ketika mereka dipanggil, dimanakah orang-orang yang selalu mengerjakan sholat dhuha? Ini pintumu, masuklah kalian berkat rahmat ALLOH melalui pintu ini.
Merekapun berbondong-bondong memasukinya.

Ada lagi babussholat (sholat), yaitu pintu surga yang dikhususkan bagi orang-orang yang selalu mengerjakan sholat.

Begitu juga dengan pintu jihad, pintu shodaqoh dll.
Pintu-pintu itu akan dibuka untuk orang-orang yang mengistiqomahkan amalan-amalan yang baik ketika di dunia.

Tapi ada sabda nabi yang agak menarik, yaitu barang siapa yang wudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian dia membaca doa wudlu ”asyhadu ALLAH ilaaha illallah wahdahu laa syariykalah lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syain qodiir..... dst. maka pintu-pintu surga akan dibuka untuknya dari mana saja dia masuk.

Begitu juga hadits yang menyatakan orang perempuan yang mengerjakan sholat lima waktu, puasa romadlon, menjaga kemaluannya, taat pada suami, maka dikatakan padanya, masuklah ke dalam surga melalui pintu yang mana saja.
masya Alloh.... tinggal kita mau milih yang mana?

semoga kita dapat mengerjakan salah satu amalan di atas dengan benar istiqomah.... Amiin ya Robb

ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepadaMu surga dan aku berlindung kepadaMu dari siksa api neraka

dikirim oleh Ust Saiful Rijal Zein

Keutamaan sholat isya' dan sholat subuh

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam (qiyamullail separuh malam). Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya (qiyamullail semalam).” (HR. Muslim no. 656)

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Di jaman Rosululloh, untuk mengetahui siapa yang munafik/tidak adalah dengan melihat sholat berjamaahnya. Bagaimana tidak mereka bilang tunduk dan patuh pada Rosululloh, tapi tidak bisa sholat bersama Rosul...
sholat isya' dan subuh berjamaah bisa djadikan tes keimanan mereka.
Sehingga, jk ada yg tidak sholar berjamaah, sangsinya rmhnya akan dbakar....

Sahabat adalah manusia yang tidak pernah dsibukkan oleh jual beli kecuali dengan dzikrulloh, mengingat Alloh. Sesibuk apapun, jika mendengar adzan, maka akan ditinggal semuanya.
dan apabila malam tiba, mereka sedikit tidur, banyak qiyamullail, dan baca Al Quran

Inilah cara Rosululloh agar tidak meninggalkn jamaah Isya' dan subuh.
Selanjutnya hadits ini berlaku untuk umum, tidak hanya untuk sahabat saja, maka perlu dperhatikan.
sekalipun kita tidak bersama Rosul, jika ingin beruntung, maka harus tetap mengimaninya, seperti dalam hadits :

“Apakah ada orang yang beriman kepadamu sedangkan mereka tidak pernah melihatmu dan membenarkan ajaranmu sedangkan mereka tidak pernah melihatmu?”
Baginda SAW menjawab, “Mereka itu adalah Ikhwanku dan mereka bersama-samaku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” (samp diulang 3 kali). (H.R. Muslim)

Pengertian Umum hadits d atas:
Sholat isya' dengan jamaah dan sholat subuh dengan jamaah adalah fadhilah tersendiri, bukan berarti kalau sudah sholat isya' jamaah tidak perlu sholat qiyamullail.
secara praktek : kalau sdh sholat isya' berjamaah, sebelum tidur berdoa minta untuk dbangunkan qiyamullail, mis dg pasang alarm

Spy sambung dengan Alloh, kita harus ngumpulkan dzikir dan ilmu, jd akan seimbang, lihat k bawah dan lihat k atas.
Bisa jadi tukang batu yang mengerjakan sunnah2 Rosul lebih utama dari santri yang salah memahami hadits: “menuntut ilmu lebih afdhol daripada nawafil”
Sehingga santri tidak mengerjakan nawafil padahal punya banyak kesempatan.

Gangguan-gangguan d dunia bisa dnetralisir dengan sholat shubuh berjamaah. Spt yg sdh dsebut dlm hadits
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim).... na'udzubillah...

Ketika Alloh sdh menjamin, kenapa kita tidak meresponnya? Padahal kita tahu akibatnya
Janganlah menganggap remeh hak Alloh
Sepertinya ucapan itu remeh, tidak berbobot tetapi tnyata tdk menyenangkan Alloh, itu bs membuat kita msk neraka
Sebaliknya, kalimat2 yg sptnya remeh tnyata menyenangkan Alloh shg menyebabkan kita masuk surga.

Alloh menghargai syukur seseorang, meski sekecil apapun....
Semoga bermanfaat, dan bisa selalu menjaga sunnah2 Rosul... amiin

Jangan anggap remeh dosa kecil

Ulama' ahli syair mengatakan
laa tahqironna minaddzunuubi aqollahaa
innal qoliila ma'addawaami katsiiru
janganlah engkau pernah meremehkan dosa sekecil apapun itu, sesungguhnya dosa yang kecil jika dikerjakan terus menerus, maka akan menjadi besar atau banyak.

Oleh karena itu nabi bersabda
laa shogiirota ma'al ishroor, walaa kabiirota ma'al istigfaar
tidak ada dosa kecil jika dikerjakan terus menerus, sebaliknya, tidak ada dosa besar jika tiap hari selalu meminta ampun kepada ALLAH

Sementara sebab ulah manusia yang tidak mau bertaubat atas dosa-dosanya, tapi malah menjadi-jadi atau asyik dengan berbuat dosa, bangga atas maksiat kepada ALLAH, maka ALLAH akan menurunkan yang namanya musibah atau siksaan kepada mereka, sesuai dengan perkataan ulama ahli syair
bidzunubina daamat baliyyatuna # wallaahu yaksyifuhaa idza tubna
sebab dosa-dosa kita, ujian demi ujian diturunkan oleh ALLAH, tapi ALLAH akan menghilangkan ujian-ujian itu jika kita mau bertaubat padaNya.

Mudah-mudahan kita dijadikan hamba-hamba yang ahli bertaubat padaNya...... amiin... amiin... Yaa Robbal 'alamiin....


Ditulis oleh Ust. Saiful Rizal Zein

Jika hawa nafsu telah mengalahkan kita

Imam Atho'illah Assakandari berkata
Tidak dikhawatirkan (ditakutkan) atas kamu, jika kamu kebingungan jalan (untuk mendekatkan diri kepada ALLAH), sesungguhnya yang paling ditakutkan (dihawatirkan) kepadamu adalah jika hawa nafsu itu mengalahkanmu"

Yang sangat dikhawatirkan pada diri manusia adalah jika hawa nafsunya telah mengalahkannya, sehingga setiap gerak dan langkahnya dikendalikan oleh hawa nafsu. Apabila sudah demikian, maka akan timbul sifat sifat tercela yang dapat menghalangi dirinya untuk mendekatkan diri kepada ALLAH. Hal ini cepat atau lambat pasti akan menjerumuskan orang tersebut ke dalam jurang kebinasaan… na’udzubillah…

Salah satu contoh dari seorang anak manusia yang hidupnya selalu memperturutkan hawa nafsu adalah Fir'aun, yang hidup pada masa Nabi Musa. Ketika itu Fir'aun beserta pengikut-pengikutnya telah begitu sewenang wenang membuat kerusakan di muka bumi dengan menindas mereka-mereka yang tidak mau tunduk kepadanya serta menyembelih anak laki-laki yang lahir di antara mereka.

Adapun balasan kepada Fir'aun beserta para pengikutnya adalah sebagaimana yang tersebut dalam Al Quran surat Al Qoshos ayat 42 yang artinya:
Dan kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini, dan pada hari qiyamat mereka termasuk orang orang yang dijauhkan (dari Rahmat ALLAH)

Dengan demikian telah jelas bagi kita, bahwa balasan bagi seseorang yang memperturutkan hawa nafsu itu tidak hanya di dunia saja, tetapi yang lebih berat lagi adalah di akhirat nanti, yakni di jauhkan dari Rahmat ALLAH.

yang berarti dimasukkan kedalam neraka.
Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari hal yang demikian itu………

Ditulis oleh Ust. Saiful Rijal Zein

Hati-hati dengan sifat riya'

IMAM ATHOILLAH berkata : kesenanganmu agar orang mengetahui keistimewaanmu itu pertanda tidak adanya kesungguhan penghambaanmu kepada ALLAH;

MAKSUDNYA

Apabila di dalam hati seseorang yang mengerjakan amal kebajikan itu masih terdapat rasa senang untuk dilihat orang lain, maka hal itu adalah sebagai pertanda bahwa ia belum bersungguh-sungguh dalam menghamba kepada ALLAH.

Dalam hal ini sebagian ulama berkata:
Barang siapa merasa senang orang melihat amalnya, maka dia itu adalah orang yang riya', dan barang siapa yang merasa senang orang melihat tingkah lakunya, maka dia itu adalah pendusta".

SYEH ABUL Abbas Almursyid juga pernah mengatakan:
Barang siapa senang terkenal, maka dia menjadi hambanya terkenal, dan barang siapa yang senang tersembunyi maka dia menjadi hambanya tersembunyi, dan barang siapa menjadi hamba ALLAH, maka samalah atasnya baik terkenal atau tidak terkenal.

Ya Alloh, semoga kita selalu dijauhkan dari sifat riya' ... amiin
semoga bermanfaat..........


by: ust Saiful Rizal Zein.

Perut yang selalu lapar

Nabi brsabda:
Sesungguhnya orang yang banyak lapar di dunia, merekalah calon-calon orang yang akan selalu kenyang di akhirat, dan sesungguhnya paling dibenci-bencinya seseorang oleh ALLAH adalah orang selalu memenuhi perutnya (kenyang)

Tidak ada seorang hamba yang meninggalkan suatu makanan padahal dia sangat menginginkannya, kecuali dia akan diangkat derajatnya oleh ALLAH kelak di dalam surga

HR. ATTHOBARONI WA ABU NU'AIM DARI IBNU ABBAS.


Dikirim oleh Ust Saiful Rizal Zein

Ilmu yang Manfaat

Di dalam kitab Ihya' Ulumuddin diterangkan

Bahwasannya ALLAH telah mewahyukan kepada Nabi Dawud AS.

ALLAH berfirman wahai Dawud, belajarlah ilmu yang bermanfaat.
Nabi Dawud bertanya, wahai Tuhanku, Apakah ilmu yang manfaat itu?
ALLAH berfirman :
Ilmu yang manfaat itu adalah engkau mengetahui
jalaali (keagunganKu),
wa adlomati (keagunganKu),
wa kibriyaai (kehebatanKu),
wa kamaala qudroti 'ala kulli syai in (sempurnanya kekuasaanKu atas segala hal)

Karena sesungguhnya ilmu inilah yang akan mengantarkan engkau dekat kepadaKu.


Subhanalloh ......
Yaa Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak membawa manfaat dan hati yg tidak khusyuk, amal yang tidak terangkat serta doa yang tidak dkabulkan.....amiin Ya Robb


by Ust Saiful Rizal Zein

Hukum Menangisi mayit

Ketika salah seorang cucu Rasulullah yang masih kecil ( putri dari sayyidatina Zaenab ) mendekati ajal, maka sayyidatina Zaenab mengirim utusan untuk menghadap Rasulullah agar beliau berkenan menjenguk cucunya. Akan tetapi Rasulullah justru menyuruh utusan tersebut untuk kembali kepada putrinya sambil berpesan :

إِنَّ اللهِ مَاأَخَدَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ فَلْتَحْتَسِبْ


"Sesungguhnya apa yang diambil dan diberikan itu milik Allah. Dan segala sesuatu yang ada pada Allah itu dengan batas yang ditentukan. Maka perintahlah, hendaknya ia bersabar dan mencari pahala dari Allah."

Mendengar pesan dari Rasulullah yang disampaikan oleh utusannya tersebut, sayyidatina Zaenab belum merasa puas.Dia tetap berharap bahwa Rasulullah harus hadir untuk meyaksikan cucu beliau yang sedang naza'. Hingga akhirnya pergilah Rasulullah bersama Sa'ad bin Ubadah, Mu'adz bin Jabal serta Usamah bin Zaid ke rumah sayyidatina Zaenab. Kemudian dihaturkannya cucu beliau yang nafasnya sudah tersendat-sendat. Rasulullah pun mengeluarkan air mata hingga Sa'ad bin Ubadah bertanya mengapa beliau sampai mengeluarkan air mata. Maka Rasulullah menjelaskan :

هَذِهِ الرَّحْمَةُ وَجَعَلَهَا اللهُ فِى قُلُوْبِ عِبَادِهِ وَ إِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءِ


" Ini adalah rasa kasih sayang yang diberikan Allah di hati hambaNya dan sesungguhnya Allah yang memberi rasa kasih sayang pada hambaNya yang berkasih sayang." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’I, & ibnu majah)

Dari hadits tersebut kita dapat mengambil satu hukum bahwa secara syara’, menangisi mayit adalah boleh. Bukan karena menyesali kematiaannya, tetapi karena lunaknya hati.

Disisi lain Abdullah bin Umar pernah melihat Hafshoh binti Umar menangisi kematian ayahnya. Kemudian dia berkata :
" Sebentar wahai saudaraku, apakah engkau tidak mengerti bahwa Rsulullah pernah bersabda :
إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

" Bahwa mayit diadzab karena tangisan keluarganya." (HR. Nasa’I & Muslim)

Menurut sayyidatina Aisyah dalam hal ini Abdullah bin Umar tidak berbohong tentang hadits tersebut. Hanya saja mungkin dia lupa akan asbabul wurud hadits tersebut atau kurang tepat dalam memahaminya. Hadits tersebut meski secara dhohir bersifat umum, tetapi bukan larangan umum karena memang ada peristiwa khusus yang melatarbelakangi hadits tersebut. Hal ini dijelaskan dalam hadits Aisyah ra :


"Suatu saat Rasulullah lewat di tengah jalan dan melihat seorang perempuan Yahudi meninggal dan ditangisi keluarganya, maka kemudian Rasulullah bersabda :

إِنَّهُمْ لَيَبْكُوْنَ عَلَيْهَا : وَإِنَّهَالَتُعَذَّبُ فِى قَبْرِهَا

" Bahwa mereka menangisi kematian perempuan Yahudi itu, dan sesungguhnya perewmpuan Yahudi tersebut diadzab dalam kuburnya."

Hal ini berhubungan dengan budaya Yahudi yang mewasiatkan pada keluarganya agar ditangisi saat kematiannya. Jadi Yahudi tersebut diadzab karena wasiatnya. Ini sesuai dengan Qur’an Surat Al An’am ayat 164 :

وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

" Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain."



Dari hadits tentang menangisi mayit ini terjadi khilaf diantara ulama' :

1. Pendapat pertama, secara mutlak melarang menangisi mayit.
2. Pendapat kedua, membolehkan menangisi mayit karena cenderung pada komentar sayyidatina Aisyah tentang asbabul wurud hadits tersebut.


Untuk melepaskan khilaf tersebut :

a. Bahwa menangisi mayit yang tidak ada rasa penyesalan atas kematian mayit (karena setiap orang pasti akan mati), tidak pula dengan niyahah (semacam ngomel dan menyesali kematian) adalah boleh, hal ini karena tumbuh dari lunaknya hati dan rasa kasih sayang.
b. Adapun menangis karena kematian menyesali mayit dan disertai dengan niyahah, maka berlaku arti hadits “yu’adzdzabu” yang makna bahasanya littahdid (menakut-nakuti)
c. Apalagi jika yang ditangisi adalah mayit yang dlolim, akan tetapi dia justru dianggap berjasa bagi orang banyak. Hal ini sangatlah tidak pantas dilakukan.

Catatan Tambahan :

secara umum ucapan saat berta'ziyah untuk keluarga yang meninggal adalah

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكُمْ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكُمْ

" Semoga Allah mengagungkan pahalamu dan semoga Allah berbuat baik atas kesabaranmu dalam tertimpa musibah.”

Jadi jangan melihat susahnya sekarang.

Ucapan ta'ziah pada keluarga yang kematian anak kecil :

إِنَّ اللهِ مَاأَخَدَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ فَلْتَحْتَسِبْ

" Sesungguhnya apa yang diambil dan diberikan itu milik Allah. Dan segala sesuatu yang ada pada Allah itu dengan batas yang ditentukan.“

Kedua ucapan tersebut dijawab dengan :

اَلْبَـقَاءْ ِللهِ

" Kekekalan hanya bagi Allah"



semoga bermanfaat....
disusun oleh Ustdz Chandra Lestari....

PINTU-PINTU RIZQI (bag 1)

PINTU-PINTU RIZQI
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan (Luqman : 20)

Tumbuh-tumbuhan, hewan, dan aneka tambang (apa-apa yang ada di perut bumi), semuanya untuk manusia, tapi manusia masih membantah tentang keberadaan Alloh.

Nikmat Alloh yang lain adalah rizqi (lahir maupun batin):
1. Khissiy (bil iktisaab/dzoohiroh), maupun
2. Maknawiy (bil ihtisaab.biththonah)

Nikmat itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus didapatkan dengan usaha, harus menjemputnya, tanpa itu tidak akan mendapatkan.
Perbuatan maksiat bisa menghilangkan nikmat Alloh.

Semua makhluk Alloh tidak akan ada yang kelaparan di dunia ini, baik itu semut, kutu dll, karena semua rizkinya sudah diatur Alloh. Kalaupun dia lemah seperti bayi, Alloh tetap memberi rizqiNya.

Kebanyakan manusia banyak mencari rizqi bil iktisab (dengan dhohir), padahal ada rizqi yang tidak harus didapatkan dengan cara dhohir, tapi bisa diperoleh dengan cara bathin.
Seperti nikmat bathin yang berupa sakinah (rasa ketentraman), karena ini salah 1 rahmat Alloh.

Kita tidak dapat menghitung rahmat Alloh. Sekiranya ada 100 Rahmat Alloh, hanya 1 yang diturunkan ke dunia, sedangkan yang 99 masih ditangguhkan di akhirat…. Subhanalloh, tidak bisa kita bayangkan betapa besar nikmat Alloh di akhirat kelak, apakah mungkin termasuk dikabulkannya semua doa-doa kita???.

Tentang rizqi dhohir, tidak terlepas dari firman Alloh:
“Apakah mereka yang membagi rahmat Tuhanmu?”
Kami (Alloh) yang membagi antara jiwamu” ----> bahkan seluruhnya Alloh yang membagi

“Dan kami angkat yang satu lebih tinggi dari pada yg lain"----> ada yg dilapangkan, ada yg disempitkan
Contoh : direktur (dlapangkan rizqinya)– karyawan (dsempitkan rizqinya)
Majikan – pembantu
Mandor – kuli

Disempitkan bukan berarti kurang, karena Alloh tidak pernah mengurangi apa2 yg telah dberikan. Adapun perasaan kurang itu dari manusia sdri karena tidak bisa bersyukur (tidak bisa memanfaatkan yang ada).

Padahal menurut Alloh rizqi segitu untuk si fulan sudah baik. Kebanyakan itu bukan dengan banyak harta, tapi karena banyak berkahnya…

QS 90 : 4

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

PINTU-PINTU RIZQI (bag 2)

RIZQI YANG DIPEROLEH SECARA DHOHIR

Semua (pekerjaan) yang dilakukan oleh manusia sudah dibagi oleh Alloh. Seperti yang kita lihat sabarnya sopir, tukang batu dsb.
Itulah rizqi yang diperoleh secara dhohir dan kebanyakan oleh penduduk Indonesia (90% lbh)
Sementara rizqi yang lain bisa diperoleh secara bathin. Artinya janganlah kita hanya mencari rizqi secara dhohir, tanpa memperhatikan bathin. Dimana pintu secara bathin ini banyak sekali.

Beberapa pintu Rizqi yang diperoleh secara bathin

1. SYUKUR
لَئِن شَكَرتُم لَأَزيدَنَّكُم وَلَئِن كَفَرتُم إِنَّ عَذابى لَشَديدٌ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih

Jadi syaratnya harus bersyukur

contoh :
Bisa jadi yang diperoleh itu-itu saja, tetapi tetap syukur
Nggak akan pernah bilang : "wahh kq cuma segini .........."

> Kalau dapat sedikit, selalu mengucapkan "Alhamdulillah, dari pada tidak dapat..."
> Kalau belum dapat, mengucapkan : "Alhamdulillah, yang penting sehat..."
> Kita tidak perlu mengerti bagaimana caranya Alloh menambah rizqi bagi hambaNya yang bersyukur. > Kita juga tidak perlu menanyakan apa pekerjaannya... berapa hasilnya dari saudara kita yang
mendapatkan rizqi.

Bagi orang kaya, ukuran kesyukuran (yang menunjukkan bahwa dia bukan termasuk orang yang cinta dunia) adalah berinfaq/bershodaqoh 1/2 dari yang diperolehnya
Untuk sahabat ukuran kesyukurannya adalah:
jika mereka kaya, maka infaqnya dari apa-apa yang mereka cintai
jika mereka biasa, infaqnya separoh dari hartanya
jika mereka fakir, tidak punya sama sekali, masih tetap bisa memikirkan orang lain

Sampai Rosululloh mengatakan: "1 dirham mengalahkan 100 dirham". Ketika ditanya "Mengapa demikian yaa Rosululloh?", Rosululloh menjawab : "Karena 1 dirham keluar dari 2 dirham, sedangkan 100 dirham keluar dari 1000 dirham"

Subhanalloh... semoga kita bisa meniru infaqnya sahabat... amiin


2. Sholat Dhuha

Urusan bathin adalah urusan hati. Oleh karena itu berilah pekerjaan pd hati, yang sesuai dengan hatinya, agar terasa dekat kepada Alloh. Artnya untuk memperoleh rizqi secara bathin harus mendekatkan diri pd Alloh
Sholat dhuha termasuk penyebab dibukanya pintu rizqi, sebab di sini menandakan bersyukurnya kita dengan aturan Alloh.
Para sahabat adalah singa di siang hari (pekerja keras, tidak ada yang malas), tetapi bagai rahib2 di malam hari. Maka ketika mendapatkan rizqi tidak disangka sangka darimana datangnya
( مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْ تَسِب )
contohnya sahabat :
- Jabir Bin Abdulloh punya rumah 22
- Fulan punya 40.000 dinar (1 dinar = 1.400.000)

sesuai dengan janji Alloh
وَأَسبَغَ عَلَيكُم نِعَمَهُ ظٰهِرَةً وَباطِنَةً
dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin

sementara kaum muslimin sekarang kebanyakan meniru cara orang kafir dalam mencari rizqi (dimana orang kafir itu hanya في الدنياحسنة tanpa memperhatikan akhirat) dan malas dalam bekerja. Maka hasil yang didapat oleh kaum muslimin kebanyakan sekarang ini kalah dengan orang kafir. Sesuai dengan janji Alloh : "Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya"

3. ISTIGHFAR

kalau perlu 100x setiap hari

مَنْ لَزِمً الإِ سْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ مِنْ كُلِّ ضَيْفٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَاجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِب (رواه ابوداود)
Barang siapa menekuni istighfar maka Alloh menjadikan baginya dari setiap kesempitan jalan keluar dan dari setiap kesusahan kesuksesan dan (Alloh) memberi rizki padanya dari jalan yg tak terduga (abu daud 1515)

Rosululloh yang tidak punya dosa, tetapi yang namanya hati kadang juga sumpek, maka Rosululloh minta ampun 100x setiap hari.

Dan ketika Sahabat Rosululloh yang ketika ludes dagangannya (bangkrut) oleh Rosululloh disuruh baca (setelah sholat fajar, sebelum sholat subuh)

سُبْحَانَ الله وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله العَظِيْم اَسْتَغْفِرُ الله ×100


4. DOA

contoh : doa setelah adzan
Ada sebuah riwayat :
إذا نادى المنادي فتحت له أبواب السماء والستجيب الدعاء فمن نزل به كرب أوشدة فااليجب المنادي
"Jika adzan dikumandangkan dibuka untknya pintu-pintu langit dan di terima doa-doa maka barang siapa dtimpa kesusahan atau kesulitan maka jawablah tukang adzan (adzan)"

takbir ----> ikuti takbir
syahadat ----> ikuti syahadat
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة ---> حَيَّ عَلَى الصَّلاَة
حَيَّ عَلَى الْفَلاَح -----> حَيَّ عَلَى الْفَلاَح

takbir -----> takbir
لاَ اِلَهَ الاَّ الله -----> لاَ اِلَهَ الاَّ الله

selanjutnya membaca doa : .......setelah adzan, kemudian minta kebutuhannya


5. BANYAK BACA SHOLAWAT
Insya Alloh segala kesusahan akan terselesaikan

6. SILATURRAHMI
7. BIRULWALIDAIN
8. NIKAH
Kalaupun fuqoro' maka akan diberi kecukupan, karena dengan nikah ada kesempatan untuk shodaqoh setiap hari kepada istrinya ----> maka akan diganti oleh Alloh, karena

إرحموامن في الأرض يرحمكم من في السماء
"kasih sayangilah penduduk di muka bumi maka Alloh akan mengasihinya"





Adapun untuk mendapat PINTU SAKINAH (Ketentraman) dengan jalan :

1. ISTIQOMAH
Dalam bekerjapun, jangan sampai masuk dalam pintu "kesusu"/tergesa-gesa. Hendaknya seperti air mengalir
kapan kricikan, kapan grojogan
Kata malaikat :

لاَ نَخَاف وَلاَ تَحْزَن
janganlah takut dan jangan kuatir



2. DZIKIR

واذكرواالله كثيرا لعكم تفلحون

Dan sebutlah Alloh banyak2 agar kamu beruntung

Amalkan dzikir di pagi hari, dzikir d malam hari, menyebut Alloh yang banyak dimulai dari lisan
Ulama' : "Siapa yang menetapi wirid, berarti berdzikir dengan banyak."


3. BACA AL QUR'AN
Alloh tidak akan menyiksa hati yang membaca Al Qur'an menurunkan nur Alloh di rumah dengan baca Al Qur'an setiap hari.

Ukurannya : Al Qur'an sebagai kalamulloh

قد جاء كم نور وكتاب مبين

Al Qur'an ibaratnya juga sebagai 'ambeng' atau suguhan


Hadits Qudsi :
"Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Al Qur'an sampai tidak sempat meminta, maka akan Aku beri dia lbh utamanya orang yang meminta

Jadi kalaupun maqom kita harus mencari rizqi secara dhohir, jangan sampai lupa untuk mendapatkannya pula melalui pintu-pintu secara bathin....

Insya Alloh
semoga bermanfaat dan kita bisa melaksanakannya.... amiin
mohon maaf jika ada salah dalam penulisan